Spiderman

Pages

Tampilkan postingan dengan label INFOLERS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFOLERS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

Mars Mungkin Sudah Bisa Dihuni Saat Ini






LOS ANGELES, KOMPAS.com — Planet Mars saat ini memungkinkan untuk dihuni. Pernyataan itu diungkapkan para peneliti bidang astrobiologi yang menghadiri konferensi The Present-Day Habitability of Mars yang diprakarsai oleh NASA Astrobiology Institute bersama UK Centre for Astrobology pada 4 -5 Februari lalu di University of California Los Angeles.

Pada konferensi ini, dipresentasikan berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan kemungkinan menempati Planet Mars sebagai habitat baru. Berbagai bukti dan fakta hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Planet Mars saat ini memungkinkan untuk ditinggali.

"Kita tidak mungkin dapat mengabaikan kemungkinan bahwa saat ini Mars memungkinkan untuk ditempati," ujar Alfred McEwen dari University of Arizona, yang juga investigator kepala untuk kamera HiRise pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA seperti dikutip Space.com, Senin (25/2/2013).

McEwen menyebutkan, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan HiRise, ada 16 lokasi lereng yang teridentifikasi mengalirkan brine water (air yang mengandung garam) di kompleks ngarai Valles Marineris di planet merah itu.

Teknisi Caltech, Edwin Kite, menambahkan adanya kemungkinan terjadinya proses deliquescence yang ikut "bertanggung jawab" pada munculnya cairan di permukaan Mars. Proses deluquescene yang dimaksud adalah proses ketika uap air yang ada di atmosfer dikumpulkan oleh senyawa tertentu yang ada di daratan, yang mengubah uap air itu menjadi cairan.

Namun, temuan McEwen ini masih perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui apakah air garam yang ditemukan bisa ditempati oleh mikroba, baik mikroba yang berasal dari Mars maupun Bumi.

Fakta lain yang mendukung adalah adalah jenis-jenis mikroba yang mampu hidup pada lingkungan ekstrem yang menyerupai kondisi di Mars. Adalah Chris McKay dari Ames Research Center NASA di Moffett Field, California, yang memberikan contoh yang mendukung hal tersebut.

Ia mencontohkan keberadaan mikroba yang hidup di Gurun Atacama, Amerika Selatan, dan lereng kering di Antartika, yang mampu hidup pada kondisi ekstrem dingin dan kering. Mikroorganisme di kedua tempat tersebut mengembangkan mekanisme tertentu untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Organisme yang hidup di lereng kering di Antartika beradaptasi dengan menggali ke dalam batuan, tidak terlalu dalam, tetapi cukup untuk melindunginya dari sinar UV dan tetap memungkinkan untuk melakukan fotosintesis.

McKay juga mendukung fenomena delisquence. Ia menemukan fenomena yang sama terjadi di Gurun Atacama. Di gurun tersebut, garam-garam yang ada di permukaan tanah mengumpulkan uap air sampai terbentuk aliran air yang cukup untuk menyokong kehidupan di gurun tersebut. Karenanya, ia menyarankan pada teknisi yang bekerja di proyek Mars rover Curiosity NASA agar memberikan perhatian khusus pada garam yang mungkin ditemukan dalam penjelajahannya.

Alasan lain yang mendukung kemungkinan Mars dapat ditinggali adalah adanya sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan. Sumber energi alternatif yang dimaksud adalah senyawa perklorat.

Careol Stoker, pakar dari NASA Ames, mengatakan, perklorat dapat digunakan sebagai sumber energi potensial untuk mikroba kemoautotrof. Ia menekankan bahwa senyawa kimia itu bisa digunakan sebagai sumber energi untuk kelanjutan hidup mikroba yang hidup di bawah permukaan Mars yang gelap saat fotosintesis tidak mungkin dilakukan. Kemoautrotof adalah kelompok mikroba yang menggunakan senyawa kimia untuk menyusun makanannya.

Stoker menambahkan, beberapa jenis mikroba di Bumi juga menggunakan perklorat sebagai makanan mereka.

Selasa, 19 Februari 2013

Planet Kembaran Bumi Diprediksi Ditemukan Pada 2013

GGMU_12 - Pencarian panjang dan melelahkan akan adanya planet lain serupa bumi di luar angkasa diprediksi akan mencapai hasil pada tahun depan. Bukan tidak mungkin, planet ini bisa menjadi tempat tinggal baru manusia.

"Saya sangat positif planet kembaran bumi akan ditemukan tahun depan," kata Abel Mendez, kepala Planetary Habitability Laboratory di University of Puerto Rico, yang dilansir Space.com pekan ini.

Setidaknya ada dua kriteria sebuah planet dapat disebut kembaran bumi, yaitu memiliki ukuran dan temperatur permukaan yang sama. Sebenarnya telah ditemukan ribuan planet yang masuk dalam kandidat kembaran bumi, namun tidak dapat ditinggali manusia.

Planet-planet ini dinamakan eksoplanet, atau planet-planet yang berada di luar sistem tata surya kita. Planet-planet ini berada dalam orbit lain, mengelilingi matahari mereka sendiri.

Eksoplanet pertama kali ditemukan pada tahun 1995 oleh para ahli astronomi. Sejak itu, ditemukan sekitar 800 sistem tata surya lain di luar sistem kita.

Teleskop luar angkasa NASA, Kepler, menemukan lebih dari 2.300 planet potensial ditinggali sejak Maret 2009. Namun, hanya sekitar 100 yang bisa dikonfirmasi hingga sekarang. Para ilmuwan memperkirakan, sekitar 80 persen temuan tersebut akan terbukti benar adanya,

Desember tahun lalu, Kepler menemukan planet 2,4 kali lebih besar dari bumi. Jarak planet ini dengan mataharinya cukup jauh. Dengan jarak sejauh ini, kemungkinan ada air atau bahkan kehidupan.

Untuk planet dengan ukuran dan temperatur yang sama dengan bumi, kata Mendez, hampir belum ditemukan. Dia mengatakan, kebanyakan planet-planet mirip bumi berada sangat dekat matahari mereka, mustahil ditinggali.
Efek Luar Biasa
Namun dia optimistis tahun 2013 akan jadi tahun baik bagi ekplorasi luar angkasa. Jika ditemukan planet kembaran bumi, maka hal ini akan memberi efek luar biasa pada manusia. Menurut Geoff Marcy, anggota tim Kepler dari Universitas California, penemuan planet kembaran bumi akan menjadi sejarah besar bagi spesies manusia.

"Manusia melihat ke angkasa, sama seperti kita melihat ke samudra. Kita tahu lautan memiliki pulau-pulau dan benua yang jumlahnya miliaran, yang mampu menampung kehidupan primitif dan seluruh peradaban," kata Marcy, mencoba mengibaratkan upaya pencarian planet seperi pencarian benua baru. (ren)

Misteri Planet Mati di Ujung Tata Surya Terkuak

GGMU_12 - Sebuah planet kerdil ditemukan tujuh tahun lalu di dekat ujung Tata Surya. Baru-baru ini, peneliti mengungkapkan hasil studi mereka bahwa planet tersebut mati, membeku, tanpa atmosfer.

Planet sebesar 2/3 planet Pluto itu diberi nama dewa Polinesia, Makemake. Hasil studi itu juga menyebutkan bahwa planet mati ini merupakan salah satu dari lima dunia yang mengorbit di tata surya kita dan terindentifikasi sebagai planet kerdil.

Tapi, lokasi Makemake tidak sejauh Eris, planet kerdil terbesar. Dia berada di Sabuk Kuiper--daerah yang penuh dengan obyek-obyek beku--sekitar 4 miliar mil dari Matahari. Dia melengkapkan orbit setiap 310 tahun sekali atau lebih.

Para peneliti dalam Tim ESO juga menyimpulkan bahwa Makemake memiliki bentuk yang bulat seperti bola tapi tidak sempurna, seperti Bumi.

Peneliti pun kemudian mengombinasikan data dari teleskop di Chile dan Amerika Selatan seiring planet ini melintasi angkasa raya.  Jose Ortiz, dari Institut Astrofisika Andalusia mengatakan," Saat Makemake lewat di depan sebuah bintang dan memblok (cahaya), bintang menghilang, tapi kemudian muncul tiba-tiba. Cahayanya tidak muncul secara bertahap." Menurutnya, hal ini  membuktikan bahwa planet ini tidak punya atmosfer.

Meski begitu, dia memperkirakan Makemake punya peluang untuk membentuk atmosfer di kemudian hari. Dia menambahkan bahwa penemuan Makemake ini merupakan langkah besar manusia dalam mempelajari kelompok planet kerdil dan membeku. "Betapa kita perlu belajar banyak mengenai planet misterius itu."

Makemake awalnya dikenal dengan nama 2005 FY9 dan ditemukan Maret 2005. Nama resmi Makemake baru disematkan pada Juli 2008.

Planet-planet kerdil secara resmi diakui oleh International Astronomical Union (IAU) pada tahun 2006 setelah perdebatan tentang definisi sebuah planet.

IAU memutuskan untuk menurunkan Pluto menjadi planet kerdil. Artinya, secara resmi Tata Surya sekarang memiliki delapan planet 'biasa', yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Tiga lainnya adalah planet kerdil Ceres, Haumea, dan Eris. (Dailymail)



SUMBER : VIVAnews